41
Perkembangan teknologi makin pesat. Begitu pula dengan peredaran laptop dan desktop di pasaran. Menurut anda, apakah yang menjadi pertimbangan utama ketika anda membeli sebuah laptop atau dekstop?
(1)Harga (2) Kualitas (3) Layanan Purna Jual
(1)Kualitas (2) Harga (3) Layanan Purna Jual
(1)Kualitas (2) Layanan Purna Jual (3) Harga

2010-08-03 13:23:11
Samsung Galaxy
Tandingan iPad?

 

2010-07-28 12:56:58
Samsung Galaxy
Samsung Galaxy S

 

2010-07-27 11:52:46
Samsung Galaxy
Opera Mini 5.1

 

2010-07-27 11:41:30
Samsung Galaxy
Tablet PC Termurah dari India

 

2010-06-30 01:46:01
Samsung Galaxy
Notebook Murah di e-bay

 

Hi-TechNews.net >> Explorer

Selasa, 28/10/2008 12:37WIB
Printer Foto
Cetak Foto Instan nan Menggiurkan (1)


Salah satu yang bisa Anda per-timbangkan untuk memberikan nilai tambah dalam bisnis Studio Foto pribadi Anda adalah Kios Foto Instan. Usaha jasa cetak foto digital secara instan tetap menjanjikan keuntungan yang lumayan, dan bisa Anda mulai dengan biaya belasan juta rupiah saja.

Secara umum, pilihannya ada dua: merintis ide pribadi atau mengambil yang sudah jadi dengan sistem waralaba. Tinta isi ulang dan cetak instan foto digital termasuk yang berkembang dalam pilihan kedua.

Bisnis Digital Photo Kiosk sendiri mulai berkembang pada tahun 2003. Saat itu penjualan kamera digital pelan tapi pasti mulai menyalip penjualan kamera film, apalagi produsen ponsel mulai ikut melengkapi produknya dengan kamera di atas 1 Megapixel.

Dua nama besar fotografi juga terjun ke sektor cetak foto instan, yaitu Kodak dan Fujifilm. Kodak memasarkan mesin ATM Foto, dan Fuji Film membawa mesin cetak foto instan M Print Station (MPS) dan M Print Station Plus (MPS+). Namun, yang sekarang masih ditawarkan adalah (MPS+).

Dengan bentuk yang simpel dan disain berwarna kuning, mesin cetak Kodak ATM Foto bisa ditempatkan di mana saja. Konsumen bisa langsung mencetak foto dari ponsel via Infrared atau Bluetooth dan mengambil hasilnya hanya dalam hitungan detik. Harganya berada pada kisaran 80 juta rupiah.

Mesin MPS+, yang harganya berkisar Rp.50 Juta mampu mencetak foto dengan pilihan ukuran 2S (5x7,5 cm), 3S (10 x 7,5 cm) atau 4R. Mesin setinggi 1,36 meter ini juga bisa mencetak foto dari ponsel, CD, USB flashdisk, dan memory card.

Konica Minolta pun membuat mesin cetak foto instan. Mesin Nice Print miliknya dipasarkan dengan sistem jual putus layaknya ATM Foto dan MPS+, harganya berkisar Rp.48 juta. Mesin tersebut mampu mencetak foto dengan ukuran maksimal 6 x 9 inci dan resolusi 300 dpi. Sementara Sony juga tidak mau ketinggalan mengeluarkan Sony Snaplab.

Kualitas cetak dari mesin-mesin ini masih kalah dengan hasil Lab, tapi sudah cukup baik. Mereka yang cetak foto di 'ATM foto' ini biasanya karena urgent, spontanitas atau yang ingin punya privasi dalam mencetak foto. (sumber:Hi-TechNews Crew`s)
page : 1  
 
   
Copyright @ 2005 Hi-TechNews.net, all rights reserved.
kontak redaksi | site statistics